Tuesday, March 8, 2016

Miryang Gang Rape = Signal's Last Unsolved Case?

If you're a fan of this Korean drama, Signal, which obviously I am then you would know that they're on their last case which tells about a gang rape which happens in a small city, Inju. A lot of people has been debating on whether this case is based on true events which happens back in Miryang in 2004. And once again the case which happened 12 years ago is getting people's attention.

Kalau kamu juga penggemar setia drama Korea berjudul "Signal", aku adalah salah satu penggemar beratnya, kamu pasti tahu kalau drama ini tengah dalam episode di mana mereka sedang berusaha memecahkan kasus terakhir mereka di mana terjadinya pemerkosaan beramai-ramai yang terjadi di sebuah daerah kecil, Inju. Banyak orang yang berpendapat kalau kasus ini dibuat berdasarkan kejadian yang pernah terjadi di Miryang di tahun 2004. Dan sekali lagi, kasus yang terjadi 12 tahun lalu itu memancing perhatian orang-orang.
Last week episodes has been making my emotions to go up and down, and cry out 1 L of tears as the story behind each main characters starts to unravel. Of the few dramas I've been following last month, I should say that this one is the best, this drama even has a higher position in my heart compare to Song Joong Ki's new drama (Note : Song Joong Ki is my no. 1 bias). lolz!

Episode minggu lalu berhasil membuat emosiku naik turun, dan membuat aku menumpahkan sebanyak 1 liter air mata, dan cerita di balik masing-masing peran utama mulai menemukan titik terang. Dari sejak beberapa drama yang kuikuti sejak bulan lalu, aku tidak bisa memungkiri kalau drama ini menempati posisi pertama, bahkan lebih menarik perhatianku dibandingkan drama terbaru Song Joong Ki.
But what the most interesting of the last week case that it is based on true events which happens in Miryang in year 2004. Where 41 male high school students (after further investigation, it is believed that the numbers of the offenders might be as high as 110s) gang rape a middle school girl for a course of 11 months. This middle school girl was later forced to bring her sister and her cousin to come a long and three of them are being gang raped by the high school students. It is then the mom of her cousin who decided to report this to police and request for the investigation.

Tetapi sesuatu hal yang menarik adalah kasus minggu lalu yang diambil dari kejadian yang benar-benar terjadi di Miryang di tahun 2004. Di mana 41 anak pria di sekolah menengah tinggi (setelah penelitian lebih lanjut, dipercaya kalau total dari pelaku adalah sejumlah 110 lebih) melakukan pemerkosaan beramai-ramai kepada seorang anak perempuan yang duduk di sekolah menengah pertama selama 11 bulan. Kemudian, si korban dipaksa untuk membawa saudara kandung perempuannya dan saudara sepupunya yang kemudian kembali diperkosa beramai-ramai oleh para pelaku. Dan, kejadian ini akhirnya mulai diinvestigasi ketika tante dari si korban melakukan laporan ke polisi.
Since most of the cases in this drama is based on true events, it's not weird that they make this case into one of their episode as well. But what interesting (which I think shocking in some way) is how the police and the offenders family react to this case. Instead of encouraging the victims to speak out the truth and point out the offenders, the police were putting the blame on the victims as if it was her own fault that she is getting gang raped. But, HELLO, who wish to be gang raped for a year span by hundreds of people? While the offenders' family also show no remorse on what their sons and daughters ( oh yes, some of the offenders are female who is willingly helping the other offenders to take video on the gang rape action ) did to the victims.

Karena drama ini kebanyakan dibuat berdasarkan kisah nyata, sama sekali tidak aneh bila mereka membuat episode tentang kasus Miryang yang lumayan terkenal ini. Namun yang membuatku merasa tertarik (atau lebih tepatnya shock) adalah reaksi polisi dan keluarga para pelaku terhadap kasus ini. Bukannya memberi dukungan ke korban untuk berbicara yang sebenarnya, para polisi malah memojokkan korban dan membuat si korban merasa kalau semua ini terjadi karena kesalahan korban sendiri. Tetapi, SIAPA siy yang ingin diperkosa beramai-ramai selama 1 tahun dan oleh lebih dari seratus orang? Sementara keluarga dari para pelaku juga tidak menunjukkan tanda-tanda menyesal atas perlakuan para anak laki-laki dan anak perempuan ( oh ya, beberapa pelaku adalah anak perempuan yang dengan sukarela merekam kejadian pemerkosaan ini) terhadap si korban.
Foto pada saat para pelaku ditangkap dan diinvestigasi beramai-ramai di kantor polisi
Not only that, the police even did a more sh*tty thinks by exposing the victim's identity, which makes the victim to feel so stressed and even attempted on suicide. What's even more bullsh*t is that in the end the police didn't press any charges to the offenders and let them go with 'not guilty' status due to lack of evidence. I was like ' WTF!!!'. I though one of the girl offender record their actions and I think the recorded video itself is an evidence to press charges on the offenders, isn't it? So what did the police mean by 'lack of evidence'?

Bukan hanya itu, para polisi bahkan melakukan hal yang lebih keterlaluan dengan menyebar luaskan identitas si korban, yang membuat si korban merasa super stress dan berkali-kali mencoba untuk bunuh diri. Yang lebih keterlaluan lagi adalah para polisi melepaskan para tersangka dengan status 'tidak bersalah' karena kurangnya barang bukti. WTF!!! Bukankah salah seorang perempuan telah merekam aksi bejat mereka? Dan bukankan rekaman itu sendiri bisa dijadikan bukti untuk memberatkan para pelaku? Tetapi apa yang dimaksud polisi dengan 'kurang bukti'?
Kertas hasil pemeriksaan di mana salah seorang pelaku dinyatakan tidak bersalah karena 'kurang bukti'
AND, when the prosecutor try to press another charges on 10 other offenders, they were released due to 'their young age and they didn't know what they've done'. LOLZ!! They're a high school students, and some of them are even in their senior year preparing to go on college. Even a middle school student knows that raping someone is a REALLY BAD things to do, and here we are talking about GANG RAPING which is a total f*ck off thing to do.

DAN, ketika penuntut mencoba untuk menuntut 10 orang tersangka lainnya, mereka malah dibebaskan dengan alasan 'mereka terlalu muda dan tidak tahu apa yang telah mereka lakukan'. LOLZ!! Mereka adalah siswa sekolah menengah atas yang bahkan beberapa di antaranya adalah senior yang tengah mempersiapkan diri masuk kuliah. Seorang anak SMP pun tahu kalau memperkosa adalah sesuatu yang SANGAT BURUK untuk dilakukan, dan di sini kita bicara tentang "MEMPERKOSA BERAMAI-RAMAI" yang berarti merupakan sesuatu yang sangat keterlaluan untuk dilakukan.
Aksi protes untuk menghukum para pelaku kasus Miryang
Since they can't press any charges on the offenders, the alcoholic father of the victim agree to let the offenders off ( what kind of father is he o_O" ) in return of getting KRW 50 million (P.S. some reported he received KRW 70 million, dunno which one is true though).

Karena mereka gagal untuk menuntut para pelaku, akhirnya ayah korban yang memang kecanduan miras setuju untuk berdamai dengan para pelaku dengan menerima KRW 50 juta sebagai uang damai (N.B. ada beberapa yang melaporkan kalau dia menerima KRW 70 juta).
Be careful of these rapists from Miryang~! Source : cafe naver ilsangood
So, while our victim still live under depression up till today, the rapists lead a happy life and you can find some of their recent photos below. I get the photo below upon browsing from one of the famous community forum in Korea.

Jadi, sementara korban kita hidup di bawah depresi sampai hari ini, para pelaku hidup bahagia dan anda bisa melihat foto mereka sekarang di bawah. Aku mendapat foto ini dari sebuah komunitas online yang terkenal di Korea.
Foto para pemerkosa di kasus Miryang =_="
Some of them have a successful business since they have powerful and rich parents (this explains why the police is letting the offender off easily). But one most non sense thing happen is that the female offender is this case has become a police officer and even after her identity is being exposed, not only the police department has any intention to fire her from her job, but instead promote her to a higher rank officer. WTF?! What would become of our citizen if the one who should be protecting us is a rapist herself? And she didn't show any remorse even up til today, she still thinks that everything happen because of the victim's fault.

Beberapa dari mereka merupakan pengusaha muda sukses karena mereka memiliki orangtua yang kuat dan kaya (ini menjelaskan dengan sangat jelas kenapa mereka bisa lolos dari tuntutan secara mudah). Tetapi satu hal yang paling memalukan adalah salah satu pelaku wanita kini duduk di jajaran polisi, dan bahkan setelah identitasnya diketahui publik, bukan hanya departemen polisi tidak berniat untuk memecat dirinya, bahkan mempromosinya ke jabatan yang lebih tinggi. WTF?! Apa jadinya masyarakat ini kalau polisi yang seharusnya melindungi kita ternyata adalah pelaku kejahatan yang bejat? Dan hingga kini, dia bahkan tidak menyesali apa yang terjadi dan tetap merasa bahwa semua terjadi karena salah korban.
Pelaku wanita kasus Miryang yang kini menjadi petinggi di kepolisian
In my opinion, the offenders are definitely have to be blamed. BUT, I didn't think that the victim is like 100 percent innocent as well. If she's being gang raped say once or twice, well it maybe just she's afraid to tell out to others. But gang raped for almost a year by 100 something people, I really don't get it why she keep shut her mouth and even dragging her cousin and sister into this. I though Indonesian government is bad enough, but I never thought that there's this country who is even more f*cked up. Sorry that there's a lot of bad words in this posting~ And I wish you all goodnight for now~! ^^

Dalam pemikiran saya, para pelaku patut disalahkan. TETAPI, saya juga tidak merasa kalau si korban sepenuhnya lugu dalam hal ini. Bila dia diperkosa beramai-ramai sekali atau dua kali, well, kita bisa menganggap dia ketakutan. Tetapi bila hal ini terjadi selama berulang-ulang selama 1 tahun dan dilakukan oleh lebih dari 100 orang, aku tidak mengerti kenapa dia masih tetap menutup mulutnya dan bahkan menarik sepupu dan saudara kandungnya untuk turut menjadi korban. Oh, awalnya kukira pemerintah Indonesia adalah satu-satunya negara yang serba kekurangan dalam arti memiliki pemerintah yang kacau, tetapi setelah mendalami kasus ini, aku menyadari kalau ada negara yang ternyata lebih kacau dari Indonesia~ Selamat malam~! ^^

@ Seoucial / Inggrid Ng

2 comments:

  1. Parah.... Hal yg menurut orang awam tidak mungkin dilakukan tapi malah sebaliknnya mereka menganggap itu sebgai kebiasaan ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya dan parahnya polisi bahkan bebasin para pelaku dengan alasan yang dibuat-buat~ >.<

      Delete